TANPA IKATAN DARIMU
Mungkin takdir kita sampai dikata persahabatan. Tak pernah ku tahu bahwa kita akan seasing ini sekarang. Dimulai dari dulu kita yang sering ngobrol berdua, jalan-jalan berdua, ke kantin berdua, main berdua, sekarang hanyalah aku dan kamu yang berbeda. Entah bisikan dari mana kamu menjauhi ku. Bagaimana bisa secepat itu kamu melupakanku, setelah apa yang kamu lakukan kepadaku. Ini semua kesannya hanya dimanfaatkan, bukan memanfaatkan. Satu bulan yang lalu, kita berlibur bersama ke kota Jogja. Kota yg begitu romantis untuk kita berdua. Kepantai di salah satu tujuan kita. Sampai kita lupa, seharusnya kita menghadapinya bagaimana, bukan mengapa. Sudah ku buang larut-larut kenangan kita ini, namun sebegitu susahnya aku melupakan kenangan manis yang sesimpel ini. Ku kira itu semua hanya "ah biasa aja kali, cuma temen!". Tapi ingat, status tk memandang kenangan. Yang benar saja, selepas kejadian itu...